STUDI KASUS: PENDEKATAN KONSELING SUFISTIK DALAM PENANGANAN DEPRESI PASCA-TRAUMA
Abstract
Depresi pasca-trauma merupakan kondisi psikologis kompleks yang memerlukan pendekatan holistik dalam penanganannya, seringkali tidak cukup ditangani oleh metode konvensional. Penelitian ini berlatar belakang pada eksplorasi potensi konseling sufistik sebagai alternatif atau pelengkap dalam membantu individu mengatasi trauma dan depresi yang diakibatkannya. Pendekatan sufistik menawarkan dimensi spiritual yang mendalam, berfokus pada pembersihan hati, pengenalan diri, dan kedekatan dengan Tuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif intensif terhadap seorang individu yang mengalami depresi pasca-trauma dan telah menjalani sesi konseling dengan pendekatan sufistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis catatan sesi konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling sufistik, melalui praktik zikir, tafakur, muraqabah, dan bimbingan spiritual dari seorang mursyid, mampu membantu individu tersebut dalam memproses emosi negatif, menemukan makna di balik penderitaan, dan mencapai ketenangan batin. Klien melaporkan penurunan signifikan dalam gejala depresi, peningkatan penerimaan diri, dan pemulihan koneksi spiritual yang sebelumnya terputus. Pembahasan menggarisbawahi bahwa konseling sufistik memberikan kerangka kerja yang kuat untuk transformasi internal, memungkinkan individu untuk melampaui trauma dan mencapai penyembuhan yang mendalam, bukan hanya pada tingkat psikologis tetapi juga spiritual.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













