ANALISIS KEBUTUHAN BIMBINGAN DAN KONSELING SPIRITUAL BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Abstract
Narapidana di lembaga pemasyarakatan seringkali menghadapi krisis eksistensial, penyesalan, dan kehilangan arah, yang menunjukkan kebutuhan mendesak akan bimbingan dan konseling spiritual. Latar belakang penelitian ini adalah identifikasi kebutuhan spesifik narapidana terhadap dukungan spiritual sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Tujuannya adalah merumuskan rekomendasi program yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan campuran, melibatkan penyebaran kuesioner kepada narapidana dan petugas lembaga pemasyarakatan, serta wawancara kelompok terfokus atau Focus Group Discussion. Data dikumpulkan mengenai persepsi narapidana terhadap makna hidup, penyesalan, harapan masa depan, dan keinginan untuk perubahan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas narapidana memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bimbingan spiritual, terutama dalam hal pengampunan diri, penerimaan takdir, dan pemahaman tentang tujuan hidup pasca-pembebasan. Mereka mencari bimbingan untuk mengatasi rasa bersalah, membangun kembali hubungan dengan Tuhan, dan menemukan motivasi untuk bertaubat. Pembahasan menggarisbawahi bahwa program bimbingan dan konseling spiritual yang terstruktur, melibatkan pembinaan agama, konseling individu, dan kegiatan keagamaan, sangat krusial untuk membantu narapidana dalam proses transformasi diri, mengurangi residivisme, dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan mental dan spiritual yang lebih baik.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













