ANALISIS FILOSOFIS KONSEP SABAR DAN SYUKUR DALAM KONSELING ISLAMI UNTUK PENGELOLAAN EMOSI
Abstract
Pengelolaan emosi merupakan keterampilan vital untuk kesejahteraan psikologis, namun seringkali pendekatan konvensional kurang menyentuh dimensi spiritual. Latar belakang penelitian ini adalah analisis filosofis konsep sabar dan syukur dalam Islam sebagai strategi fundamental dalam konseling Islami untuk pengelolaan emosi. Tujuannya adalah mengelaborasi bagaimana kedua konsep ini dapat diintegrasikan secara praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur filosofis dan teologis, menganalisis teks-teks Al-Qur'an dan Sunnah, serta karya-karya ulama klasik dan kontemporer yang membahas sabar dan syukur. Analisis juga melibatkan wawancara dengan konselor Muslim yang menerapkan konsep ini dalam praktik mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabar bukan hanya pasif menerima, tetapi juga aktif menghadapi cobaan dengan ketenangan dan keyakinan akan pertolongan Tuhan, sementara syukur adalah apresiasi aktif terhadap nikmat, bahkan dalam kesulitan. Dalam konseling, kedua konsep ini membantu klien mengubah persepsi negatif, menerima realitas, dan menemukan makna positif dalam setiap pengalaman. Pembahasan menggarisbawahi bahwa sabar dan syukur memberikan kerangka kognitif dan emosional yang kuat, memungkinkan individu untuk mengelola emosi negatif seperti marah, kecewa, dan putus asa, serta menumbuhkan emosi positif seperti harapan dan ketenangan batin.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













