BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA
Abstract
Bencana alam atau non-alam dapat menimbulkan trauma mendalam dan menguji ketahanan keluarga, seringkali menyebabkan disfungsi dan krisis psikologis. Latar belakang penelitian ini adalah urgensi bimbingan dan konseling Islami dalam membangun ketahanan keluarga sebelum, selama, dan setelah menghadapi bencana, dengan berlandaskan nilai-nilai kesabaran, tawakal, dan solidaritas. Tujuannya adalah memperkuat adaptasi keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di komunitas yang pernah terdampak bencana, melibatkan wawancara dengan keluarga korban, relawan, dan konselor. Data dikumpulkan mengenai strategi koping yang digunakan dan kebutuhan dukungan psikososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling Islami membantu keluarga memahami bencana sebagai ujian dari Tuhan, memperkuat keyakinan akan pertolonganNya, dan mendorong mereka untuk saling mendukung. Konselor memfasilitasi proses duka, mengajarkan teknik relaksasi berbasis zikir, dan membimbing keluarga untuk membangun kembali kehidupan dengan semangat optimisme. Pembahasan menggarisbawahi bahwa pendekatan ini tidak hanya mengatasi dampak psikologis trauma, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga, menumbuhkan resiliensi spiritual, dan memobilisasi sumber daya internal dan eksternal untuk pemulihan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan keluarga di tengah ketidakpastian.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













