BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: PENDEKATAN INKLUSIF

Autor(s): Jumadi Jumadi

Abstract

Anak berkebutuhan khusus atau ABK memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan yang relevan dengan kebutuhan mereka, termasuk dimensi spiritual. Latar belakang penelitian ini adalah eksplorasi pendekatan bimbingan dan konseling Islami yang inklusif untuk ABK, dengan menekankan pada konsep kasih sayang, kesetaraan, dan potensi setiap individu sebagai ciptaan Tuhan. Tujuannya adalah memastikan ABK juga dapat tumbuh dan berkembang secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di beberapa lembaga pendidikan inklusif atau pusat terapi yang melayani ABK, melibatkan wawancara dengan orang tua, guru, terapis, dan konselor. Data dikumpulkan mengenai tantangan yang dihadapi ABK dan keluarga, serta strategi bimbingan yang telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling Islami untuk ABK perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan jenis kebutuhan khusus mereka, menggunakan metode yang beragam seperti bercerita, bermain, dan stimulasi sensorik. Konselor membantu ABK memahami bahwa mereka dicintai oleh Tuhan, memiliki kelebihan, dan dapat beribadah sesuai kemampuan. Pembahasan menggarisbawahi bahwa pendekatan ini tidak hanya memberikan dukungan psikologis, tetapi juga memperkuat spiritualitas ABK dan keluarganya, menumbuhkan penerimaan, kesabaran, dan optimisme.

 

Keywords

Bimbingan Konseling Islami, Anak Berkebutuhan Khusus, Pendekatan Inklusif, Kasih Sayang, Potensi Diri

Refbacks

  • There are currently no refbacks.