PELATIHAN SENSITIVITAS BUDAYA UNTUK KARYAWAN EKSPATRIAT MENINGKATKAN KINERJA DAN RETENSI

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pelatihan sensitivitas budaya untuk karyawan ekspatriat dalam meningkatkan kinerja dan retensi mereka di penugasan internasional. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kegagalan penugasan ekspatriat seringkali disebabkan oleh ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan budaya baru, yang mengakibatkan biaya tinggi bagi perusahaan dan kerugian bakat. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi, membandingkan kinerja dan tingkat retensi kelompok ekspatriat yang menerima pelatihan sensitivitas budaya komprehensif dengan kelompok kontrol yang tidak. Data dikumpulkan melalui penilaian kinerja, survei kepuasan kerja, dan tingkat turnover selama periode penugasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspatriat yang menerima pelatihan sensitivitas budaya menunjukkan tingkat adaptasi yang lebih tinggi, kinerja yang lebih baik, dan tingkat retensi yang lebih signifikan. Pelatihan ini membantu mereka memahami norma-norma sosial, gaya komunikasi, dan nilai-nilai bisnis di negara tuan rumah, mengurangi kejutan budaya dan meningkatkan efektivitas interaksi. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa pelatihan harus disesuaikan dengan konteks budaya spesifik dan melibatkan simulasi praktis. Studi ini menyimpulkan bahwa investasi dalam pelatihan sensititivitas budaya adalah strategi yang efektif bagi perusahaan untuk memaksimalkan keberhasilan penugasan ekspatriat, mengurangi biaya kegagalan, dan memastikan bahwa karyawan kunci dapat berkontribusi secara optimal di pasar global yang beragam dan kompleks.

 

Keywords

Pelatihan, Sensitivitas Budaya, Karyawan Ekspatriat, Kinerja, Retensi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.