PANDANGAN MAZHAB FIKIH TENTANG PRIORITAS HISAB ATAU RUKYAT DALAM PENENTUAN IDUL FITRI
Abstract
Penelitian ini mengkaji pandangan berbagai mazhab fikih mengenai prioritas antara hisab perhitungan dan rukyat observasi dalam penentuan Idul Fitri. Latar belakang masalahnya adalah adanya perbedaan mendasar dalam pendekatan ini yang menjadi akar dari ketidakseragaman perayaan hari raya di kalangan umat Islam. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap dalil dalil dari Alquran dan Sunah serta interpretasi para ulama dari mazhab Hanafi Maliki Syafii dan Hanbali terkait penentuan awal bulan. Data dikumpulkan dari kitab kitab fikih primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mazhab klasik cenderung memprioritaskan rukyat hakiki berdasarkan hadis Nabi yang memerintahkan untuk berpuasa dan berhari raya berdasarkan melihat hilal. Namun ada pula pandangan yang membolehkan hisab terutama jika rukyat tidak memungkinkan atau untuk tujuan prediktif. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa perbedaan ini muncul dari interpretasi terhadap makna melihat hilal apakah harus secara kasat mata atau cukup dengan perhitungan yang meyakinkan. Di era modern pandangan yang mengintegrasikan hisab dengan syarat imkanur rukyat semakin menguat sebagai jalan tengah. Pemahaman yang komprehensif tentang pandangan mazhab ini penting untuk dialog menuju kesatuan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













