INTEGRASI SAINS DAN SYARIAH DALAM PENENTUAN KRITERIA VISIBILITAS HILAL
Abstract
Artikel ini membahas upaya integrasi sains dan syariah dalam penentuan kriteria visibilitas hilal sebuah isu yang krusial bagi penetapan awal bulan hijriah. Latar belakang masalahnya adalah seringkali terjadi ketidaksepakatan antara ahli fikih dan astronom mengenai kriteria yang sah untuk menyatakan hilal terlihat. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap kriteria visibilitas hilal dari perspektif astronomi seperti kriteria Imkanur Rukyat dan kriteria lain serta tinjauan terhadap dalil dalil syariah yang relevan. Data dikumpulkan dari publikasi ilmiah astronomi dan literatur fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dapat dicapai dengan memahami bahwa syariah memberikan prinsip umum sementara sains memberikan parameter teknis yang lebih presisi. Kriteria astronomi seperti ketinggian hilal elongasi dan umur bulan dapat digunakan sebagai acuan ilmiah untuk mendukung rukyat. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa diperlukan dialog yang konstruktif antara ahli fikih dan astronom untuk merumuskan kriteria visibilitas hilal yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan dan secara syar'i dapat diterima. Integrasi ini akan menghasilkan penetapan awal bulan yang lebih seragam dan akurat bagi umat Islam.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













