STRATEGI PERENCANAAN PEMBELAJARAN UNTUK MENGATASI KESENJANGAN BELAJAR AKIBAT DISRUPSI

Autor(s): Siswanto Siswanto

Abstract

Disrupsi seperti pandemi atau bencana alam dapat memperlebar kesenjangan belajar antar peserta didik, menuntut strategi perencanaan pembelajaran yang responsif untuk memitigasi dampak negatifnya. Diperlukan pendekatan yang terarah untuk pemulihan. Penelitian ini menganalisis strategi perencanaan pembelajaran yang efektif untuk mengatasi kesenjangan belajar akibat disrupsi. Metode yang digunakan adalah studi kasus di beberapa sekolah atau distrik pendidikan yang berhasil menerapkan program pemulihan pasca-disrupsi, dengan menganalisis program intervensi, asesmen diagnostik, dan dukungan psikososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi asesmen diagnostik komprehensif untuk mengidentifikasi kesenjangan spesifik, pembelajaran berdiferensiasi, program remedial yang terfokus, dan dukungan psikososial untuk mengatasi trauma belajar. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kolaborasi antara guru, orang tua, dan profesional kesehatan mental sangat penting. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya fleksibilitas kurikulum, pelatihan guru dalam pedagogi pemulihan, dan alokasi sumber daya yang memadai untuk program intervensi. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran dapat secara proaktif mengatasi dampak disrupsi, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai potensi penuh mereka, mempercepat pemerataan akses pendidikan.

 

Keywords

Perencanaan Pembelajaran, Kesenjangan Belajar, Disrupsi, Pemulihan, Strategi Pendidikan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.