PERGESERAN SEMANTIK KATA-KATA KUNCI DALAM WACANA POLITIK ARAB KONTEMPORER.

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Wacana politik Arab kontemporer seringkali menggunakan kosakata yang sama dengan makna yang bergeser atau mengalami rekonseptualisasi, terutama pasca-peristiwa besar seperti Musim Semi Arab. Pergeseran semantik ini dapat mencerminkan perubahan ideologi, dinamika kekuasaan, atau adaptasi budaya. Latar belakang ini menyoroti pentingnya analisis semantik dalam konteks politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran semantik kata-kata kunci tertentu (misalnya, "demokrasi," "kebebasan," "revolusi," "identitas") dalam wacana politik Arab kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis korpus dan analisis wacana kritis, dengan pengumpulan data dari pidato-pidato politik, artikel berita, dan komentar media sosial dari periode pra- dan pasca-Musim Semi Arab. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi perubahan frekuensi penggunaan, kolokasi, dan konotasi kata-kata tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna yang signifikan, di mana beberapa kata mengalami polarisasi atau bahkan devaluasi. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor sosiopolitik yang memicu pergeseran semantik ini dan dampaknya terhadap pemahaman publik. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan wawasan kritis bagi peneliti politik, analis media, dan penerjemah, menunjukkan bahwa pemahaman yang nuansa tentang semantik kata-kata kunci sangat penting untuk menafsirkan wacana politik Arab secara akurat dan menghindari kesalahpahaman yang berpotensi serius.

 

Keywords

Semantik, Wacana Politik, Bahasa Arab, Pergeseran Makna, Linguistik.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.