NARASI POSTKOLONIAL DALAM NOVEL ARAB KONTEMPORER: STUDI KASUS.
Abstract
Sastra Arab kontemporer, khususnya novel, seringkali menjadi arena di mana isu-isu postkolonial seperti identitas, trauma sejarah, kekuasaan, dan resistensi dieksplorasi. Penulis Arab menggunakan narasi untuk mendekonstruksi warisan kolonial dan merefleksikan dampak berkelanjutannya pada masyarakat dan individu. Latar belakang ini menyoroti relevansi teori postkolonial dalam sastra Arab. Penelitian ini bertujuan menganalisis narasi postkolonial dalam novel Arab kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis teks sastra kualitatif dengan pendekatan teori postkolonial (misalnya, Said, Bhabha, Spivak) pada satu atau dua novel Arab terkemuka yang secara eksplisit membahas isu-isu ini. Data akan dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema seperti hibriditas, subalternitas, orientalisme terinternalisasi, dan strategi resistensi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel-novel ini secara kompleks menggambarkan perjuangan untuk merebut kembali narasi dari perspektif kolonial, menyoroti ambivalensi identitas, dan mengeksplorasi bentuk-bentuk resistensi budaya. Pembahasan akan menguraikan bagaimana penulis menggunakan teknik naratif untuk menantang hegemoni dan menciptakan ruang untuk suara-suara yang terpinggirkan. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan wawasan tentang bagaimana sastra Arab berkontribusi pada diskursus postkolonial global, kontribusi pada studi sastra komparatif, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas warisan kolonial di dunia Arab, serta relevansinya bagi masyarakat kontemporer.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













