PENERJEMAHAN WACANA POLITIK ARAB KONTEMPORER: ISU-ISU IDEOLOGIS DAN KULTURAL.
Abstract
Wacana politik Arab kontemporer seringkali sarat dengan nuansa ideologis dan kultural yang mendalam, yang dapat menjadi tantangan signifikan dalam penerjemahan ke bahasa lain. Kesalahpahaman atau bias dalam penerjemahan dapat memiliki konsekuensi serius dalam hubungan internasional dan persepsi publik. Latar belakang ini menyoroti sensitivitas penerjemahan politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis isu-isu ideologis dan kultural dalam penerjemahan wacana politik Arab kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dan analisis teks komparatif terhadap korpus teks politik Arab (misalnya, pidato, artikel berita, pernyataan resmi) dan terjemahannya ke bahasa Inggris atau bahasa lain. Data akan dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana ideologi dan bias kultural penerjemah atau media target dapat memengaruhi pilihan leksikal, sintaksis, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan seringkali melibatkan proses negosiasi makna dan dapat merefleksikan agenda politik tertentu. Pembahasan akan menguraikan bagaimana istilah-istilah sensitif (misalnya, "jihad," "syahid," "intifada") diterjemahkan dan dampaknya terhadap interpretasi. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan wawasan kritis bagi penerjemah, analis media, dan pembuat kebijakan, menunjukkan bahwa penerjemahan wacana politik Arab memerlukan kepekaan tinggi terhadap konteks ideologis dan kultural, serta komitmen pada objektivitas, guna menghindari distorsi dan mempromosikan pemahaman yang lebih akurat.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













