TANTANGAN DAN PELUANG: MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM BERBASIS KREATIVITAS DI NEGARA BERKEMBANG.

Autor(s): Siswanto Siswanto

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah pengakuan bahwa meskipun kreativitas semakin diakui sebagai keterampilan esensial secara global, implementasi kurikulum berbasis kreativitas di negara berkembang seringkali menghadapi tantangan unik seperti keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dan peluang potensial dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kreativitas di konteks negara berkembang. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif di tiga negara berkembang yang telah mencoba mengintegrasikan kreativitas dalam sistem pendidikan mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pembuat kebijakan, kepala sekolah, guru, dan perwakilan komunitas, serta analisis dokumen kurikulum dan laporan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan meliputi kurangnya pelatihan guru, kurikulum yang terlalu padat, tekanan ujian, dan persepsi masyarakat yang masih berorientasi pada hafalan. Namun, peluang muncul dari inovasi lokal, penggunaan teknologi yang terjangkau, dan kemitraan dengan organisasi non-pemerintah. Pembahasan menggarisbawahi bahwa keberhasilan implementasi memerlukan pendekatan yang kontekstual, berfokus pada pengembangan kapasitas guru, dan membangun kesadaran masyarakat. Implikasi praktisnya adalah perlunya strategi implementasi yang adaptif, memanfaatkan kekuatan lokal, dan secara bertahap menggeser paradigma pendidikan untuk memupuk kreativitas sebagai aset pembangunan nasional.

 

Keywords

Kurikulum Kreativitas, Negara Berkembang, Tantangan Pendidikan, Peluang Inovasi, Implementasi Kurikulum.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.