NEUROPLASTISITAS DAN KREATIVITAS: IMPLIKASI UNTUK PRAKTIK PEDAGOGIS.
Abstract
Latar belakang masalah ini adalah pemahaman yang berkembang dalam ilmu saraf bahwa otak memiliki kemampuan untuk berubah dan beradaptasi (neuroplastisitas), dan bahwa kreativitas bukanlah sifat bawaan yang statis melainkan keterampilan yang dapat dikembangkan. Namun, implikasi temuan ini untuk praktik pedagogis seringkali belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara neurosains dan pendidikan dengan mengidentifikasi implikasi praktis dari neuroplastisitas terhadap pengembangan kreativitas dalam konteks pembelajaran. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur interdisipliner yang menganalisis penelitian dari bidang neurosains kognitif, psikologi pendidikan, dan pedagogi kreatif. Fokusnya adalah mengidentifikasi mekanisme otak yang terlibat dalam kreativitas dan bagaimana praktik belajar tertentu dapat memodulasi konektivitas saraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seperti pembelajaran berbasis masalah, eksplorasi tanpa batas, bermain, dan paparan terhadap keragaman stimulasi dapat merangsang pembentukan koneksi saraf baru yang mendukung pemikiran divergen dan konvergen. Pembahasan menggarisbawahi bahwa lingkungan belajar yang kaya, menantang, dan mendukung eksperimen dapat secara harfiah "membentuk" otak untuk menjadi lebih kreatif. Implikasi utamanya adalah perlunya pendidik untuk memahami prinsip-prinsip dasar neuroplastisitas dan merancang pengalaman belajar yang secara aktif merangsang jalur saraf yang terkait dengan kreativitas, mengubah cara kita memandang potensi kreatif siswa.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













