KURIKULUM TERSEMBUNYI: BAGAIMANA RUANG KELAS MEMPENGARUHI KREATIVITAS.

Autor(s): Jumadi Jumadi

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa selain kurikulum formal, ada "kurikulum tersembunyi" dalam lingkungan sekolah-norma, nilai, dan praktik tidak tertulis-yang dapat secara signifikan memengaruhi atau menghambat pengembangan kreativitas siswa, seringkali tanpa disadari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai aspek kurikulum tersembunyi di ruang kelas memengaruhi kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah studi etnografi di beberapa ruang kelas di tingkat sekolah dasar dan menengah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara informal dengan siswa dan guru, serta analisis interaksi sehari-hari dan pengaturan fisik kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tekanan waktu, penekanan pada konformitas, kurangnya otonomi siswa, dan pengaturan fisik yang kaku (misalnya, meja berbaris) dapat secara negatif memengaruhi pemikiran divergen dan eksplorasi kreatif. Sebaliknya, ruang yang fleksibel, waktu yang cukup untuk eksplorasi, dan budaya yang menghargai pertanyaan dan ide-ide yang tidak biasa dapat memupuk kreativitas. Pembahasan menggarisbawahi bahwa kurikulum tersembunyi memiliki kekuatan yang sama, jika tidak lebih besar, daripada kurikulum formal dalam membentuk potensi kreatif siswa. Implikasi utamanya adalah perlunya pendidik dan administrator untuk secara sadar memeriksa dan mereformasi kurikulum tersembunyi di ruang kelas mereka, menciptakan lingkungan yang secara implisit mendukung dan merayakan kreativitas.

 

Keywords

Kurikulum Tersembunyi, Ruang Kelas, Kreativitas Siswa, Lingkungan Belajar, Budaya Sekolah.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.