PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA PADA ANAK MELALUI CERITA RAKYAT DAN FOLKLOR
Abstract
Cerita rakyat dan folklor adalah warisan naratif yang kaya, seringkali mengandung nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang penting untuk pembentukan identitas budaya anak. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana cerita rakyat dan folklor berperan dalam sosialisasi budaya dan pembentukan identitas pada anak-anak usia dini dan sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi analisis konten terhadap koleksi cerita rakyat yang populer di kalangan anak-anak, observasi partisipatif sesi bercerita di sekolah atau komunitas, serta wawancara dengan orang tua, guru, dan anak-anak mengenai pemahaman dan respons mereka terhadap cerita tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat tidak hanya menghibur tetapi juga secara implisit mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, gotong royong, dan rasa hormat terhadap alam. Pembahasan menekankan bahwa melalui karakter dan alur cerita, anak-anak belajar tentang norma sosial, sejarah komunitas, dan identitas budaya mereka. Di era digital, tantangan muncul dalam mempertahankan relevansi cerita rakyat. Namun, adaptasi ke media modern (misalnya, animasi, buku interaktif) dan integrasi dalam kurikulum pendidikan dapat memastikan bahwa warisan naratif ini terus berfungsi sebagai agen sosialisasi budaya yang kuat, membentuk karakter dan identitas yang berakar pada kearifan lokal.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













