PERAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL PADA ANAK-ANAK
Abstract
Seni pertunjukan tradisional, seperti wayang, teater rakyat, atau tari, seringkali mengandung narasi dan simbolisme yang kaya akan nilai moral. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran seni pertunjukan tradisional sebagai medium sosialisasi budaya dan penanaman nilai moral pada anak-anak. Metode yang digunakan meliputi analisis konten terhadap beberapa naskah atau alur cerita seni pertunjukan tradisional yang populer, observasi partisipatif pertunjukan yang ditujukan untuk anak-anak, serta wawancara dengan seniman, guru, dan anak-anak mengenai pemahaman mereka terhadap pesan moral yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui karakter, konflik, dan resolusi dalam pertunjukan, anak-anak secara implisit belajar tentang kebaikan, keadilan, kejujuran, keberanian, dan konsekuensi dari tindakan. Pembahasan menekankan bahwa seni pertunjukan tradisional menyediakan pengalaman belajar yang imersif dan emosional, memungkinkan anak-anak untuk mengidentifikasi diri dengan karakter dan internalisasi nilai-nilai. Di era digital, tantangan muncul dalam menarik minat anak-anak. Namun, adaptasi ke format yang lebih modern atau integrasi dalam kurikulum sekolah dapat memastikan bahwa seni pertunjukan tradisional terus berfungsi sebagai agen sosialisasi yang kuat, membentuk karakter dan etika generasi mendatang.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













