STRATEGI FISKAL ADAPTIF UNTUK PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF PASCA-DISRUPSI GLOBAL
Abstract
Disrupsi global yang tak terduga, seperti pandemi atau ketegangan geopolitik, seringkali memicu kontraksi ekonomi dan memperlebar jurang ketimpangan sosial, menuntut respons kebijakan fiskal yang lebih gesit dan adaptif. Kebijakan fiskal konvensional mungkin tidak memadai dalam menghadapi volatilitas dan ketidakpastian yang meningkat, sehingga diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya menstimulasi pertumbuhan tetapi juga menjamin inklusivitas. Penelitian ini menganalisis efektivitas berbagai strategi fiskal adaptif yang diterapkan oleh negara-negara berkembang dalam merespons krisis ekonomi global terkini, menggunakan pendekatan studi kasus komparatif dan analisis data sekunder terkait belanja pemerintah, penerimaan pajak, serta indikator pertumbuhan dan distribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fiskal adaptif yang sukses umumnya melibatkan kombinasi antara fleksibilitas anggaran, penguatan jaring pengaman sosial yang terarah, dan investasi proaktif pada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak pengganda tinggi, seperti infrastruktur digital dan energi terbarukan. Pembahasan lebih lanjut menyoroti bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kapasitas institusional pemerintah untuk melakukan penyesuaian kebijakan secara cepat, serta kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Implikasi kebijakan dari temuan ini menekankan pentingnya membangun kerangka fiskal yang lebih responsif dan berorientasi masa depan, yang mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mengurangi kerentanan sosial, sehingga menciptakan fondasi pembangunan yang lebih tangguh dan merata di tengah ketidakpastian global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













