DEEP-SEA MINING: ENVIRONMENTAL IMPLICATIONS AND SUSTAINABLE EXTRACTION TECHNOLOGIES

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Permintaan global akan mineral kritis (misalnya, kobalt, nikel, tembaga) mendorong eksplorasi penambangan laut dalam sebagai sumber potensial. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implikasi lingkungan dari penambangan laut dalam dan mengembangkan teknologi ekstraksi yang berkelanjutan untuk meminimalkan dampak ekologis. Metode yang digunakan melibatkan studi ekologi dasar laut dalam di lokasi penambangan potensial (misalnya, nodul polimetalik, sulfida hidrotermal, kerak ferromangan). Penilaian dampak lingkungan (EIA) dilakukan untuk memprediksi efek penambangan terhadap benthos, kolom air, dan ekosistem laut dalam yang rentan. Pengembangan teknologi ekstraksi yang inovatif (misalnya, robot otonom, sistem pengumpulan selektif) difokuskan pada pengurangan sediment plume, kebisingan, dan gangguan habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan laut dalam berpotensi menyebabkan kerusakan habitat yang tidak dapat pulih, hilangnya keanekaragaman hayati, dan gangguan ekosistem. Pembahasan menekankan bahwa pengembangan teknologi berkelanjutan dan kerangka regulasi yang kuat sangat penting sebelum penambangan laut dalam berskala besar dilakukan. Prioritas harus diberikan pada pemahaman ekosistem yang rapuh ini dan memastikan bahwa setiap kegiatan ekstraksi dilakukan dengan dampak lingkungan minimal, serta memberikan solusi yang seimbang antara kebutuhan sumber daya dan konservasi laut.

 

Keywords

Deep-Sea Mining, Environmental Implications, Sustainable Extraction, Marine Ecosystems, Mineral Resources

Refbacks

  • There are currently no refbacks.