CARBON CAPTURE AND STORAGE (CCS) IN GEOLOGICAL FORMATIONS: LONG-TERM VIABILITY AND MONITORING
Abstract
Emisi karbon dioksida (CO2) dari pembakaran bahan bakar fosil adalah pendorong utama perubahan iklim. Carbon Capture and Storage (CCS) menawarkan solusi untuk mengurangi emisi ini dengan menyimpan CO2 di formasi geologi. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan jangka panjang dan mengembangkan strategi pemantauan yang robust untuk penyimpanan CO2 di formasi geologi, memastikan keamanan dan efektivitasnya. Metode yang digunakan melibatkan studi geologi dan geofisika terhadap formasi batuan yang cocok (misalnya, saline aquifers, lapangan minyak dan gas yang habis). Simulasi numerik multiphase flow dilakukan untuk memprediksi pergerakan CO2 di bawah tanah, potensi kebocoran, dan reaksi geokimia. Teknik pemantauan geofisika (misalnya, seismik, gravitasi, elektromagnetik) dan geokimia (misalnya, analisis gas tanah, isotop) diterapkan untuk mendeteksi dan mengukur CO2 yang disimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formasi geologi tertentu memiliki kapasitas penyimpanan yang besar dan aman, namun pemantauan jangka panjang sangat penting untuk mendeteksi anomali. Pembahasan menekankan bahwa CCS adalah teknologi krusial untuk dekarbonisasi industri dan pembangkit listrik, namun keberhasilan jangka panjangnya bergantung pada pemahaman mendalam tentang interaksi CO2 dengan batuan dan fluida, serta pengembangan sistem pemantauan yang andal, serta memberikan solusi mitigasi perubahan iklim yang signifikan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













