FILSAFAT ISLAM KONTEMPORER: MENJAWAB PERTANYAAN EKSISTENSIAL DI ABAD DUA PULUH SATU

Autor(s): A Wathon

Abstract

Filsafat Islam, dengan tradisi rasionalitas dan spekulasi metafisik yang kaya, memiliki potensi besar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang dihadapi manusia di abad dua puluh satu, seperti makna hidup, kebebasan, penderitaan, dan hubungan antara sains dan agama. Namun, seringkali filsafat Islam dianggap sebagai disiplin yang hanya relevan secara historis atau terlalu abstrak untuk kehidupan modern. Masalahnya adalah bagaimana merevitalisasi filsafat Islam agar dapat berbicara secara relevan dan mendalam tentang isu-isu eksistensial kontemporer. Latar belakang ini menyoroti urgensi pengembangan filsafat Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dan komparatif, mengkaji karya-karya filsuf Muslim klasik dan modern yang relevan dengan pertanyaan eksistensial, serta berdialog dengan pemikiran filsafat Barat kontemporer. Data dikumpulkan dari buku-buku filsafat, jurnal akademik, dan konferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep seperti tauhid, takdir, kebebasan berkehendak, dan eskatologi dalam Islam menawarkan kerangka yang kuat untuk memahami dan merespons krisis eksistensial. Misalnya, konsep tauhid dapat memberikan dasar bagi kesatuan makna di tengah fragmentasi modern. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya pendekatan interdisipliner, dialog dengan ilmu pengetahuan modern, dan penulisan filsafat yang lebih mudah diakses oleh khalayak luas. Kesimpulannya, filsafat Islam kontemporer adalah disiplin yang krusial untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam, memberikan panduan intelektual dan spiritual bagi individu yang mencari makna di era modern, serta berkontribusi pada diskursus filsafat global.

 

Keywords

Filsafat Islam, Kontemporer, Pertanyaan Eksistensial, Abad Dua Puluh Satu, Makna Hidup

Refbacks

  • There are currently no refbacks.