ANALISIS KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH YANG TRANSPARAN

Autor(s): Abdul Kholiq

Abstract

Pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah merupakan salah satu area yang paling rentan terhadap korupsi, inefisiensi, dan pemborosan anggaran negara. Oleh karena itu, kebijakan PBJ yang transparan, kompetitif, dan akuntabel menjadi prasyarat mutlak untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan memastikan nilai uang publik (value for money). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah di Indonesia, dengan fokus pada upaya peningkatan transparansi melalui sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement). Menggunakan metode analisis kebijakan dan studi literatur, penelitian ini mengevaluasi implementasi Peraturan Presiden tentang PBJ Pemerintah dan efektivitas platform digital seperti Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan e-katalog. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi pengadaan telah membawa kemajuan signifikan dalam meningkatkan transparansi. E-procurement memungkinkan publikasi rencana pengadaan, pengumuman lelang, dan hasil tender secara terbuka, sehingga mengurangi asimetri informasi dan memperluas partisipasi penyedia jasa. Hal ini berpotensi meningkatkan persaingan, menekan harga, dan mengurangi peluang kolusi. Namun, sejumlah tantangan masih menghambat terwujudnya transparansi yang substantif. Praktik seperti memecah paket pengadaan untuk menghindari lelang terbuka, pengaturan pemenang tender (bid rigging), dan intervensi politik masih terjadi. Selain itu, transparansi seringkali berhenti pada tahap pengumuman pemenang, sementara informasi mengenai pelaksanaan kontrak dan kualitas hasil pekerjaan masih sulit diakses oleh publik. Oleh karena itu, penguatan kebijakan PBJ memerlukan langkah lebih lanjut, termasuk integrasi data pengadaan dengan sistem perencanaan dan penganggaran, peningkatan kapasitas auditor dan aparat penegak hukum dalam mendeteksi kecurangan, serta pengembangan mekanisme pengawasan berbasis partisipasi publik (misalnya, social audit) untuk memantau seluruh siklus pengadaan.

 

Keywords

Pengadaan Barang dan Jasa, E-Procurement, Transparansi, Akuntabilitas, Anti-Korupsi, Value for Money

References

Aigbavboa, C., & et al. (2023). A systematic review of the benefits and challenges of e-procurement implementation in the public sector. Journal of Public Procurement, 23(3), 289-310.

Balsalobre-Lorente, D., & et al. (2023). The impact of e-procurement on corruption and government efficiency: Cross-country evidence. Technological Forecasting and Social Change, 188, 122298.

Fazekas, M., & Cingolani, L. (2023). Measuring corruption risks in public procurement: A new methodology. Journal of Public Administration Research and Theory, 33(2), 245-262.

Hardiyansyah, H., & dkk. (2023). The Effect of E-Procurement Implementation on Transparency and Accountability of Government Goods/Services Procurement. International Journal of Social Science and Business, 7(1), 123-135.

Hidayat, R. N., & dkk. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Transparansi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik (E-Procurement). Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 11(2), 345-360.

Islam, M. A., & et al. (2023). Sustainable public procurement: A systematic literature review and research agenda. Journal of Cleaner Production, 395, 136421.

Kementerian Keuangan. (2023). Laporan Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN 2023. Kemenkeu.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). (2023). Laporan Tahunan LKPP Tahun 2023. LKPP.

LKPP. (2023). Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia. LKPP.

Miar, M., & dkk. (2023). The Role of E-Catalogue in Improving Efficiency and Transparency of Government Procurement. Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Keuangan Negara, 9(2), 189-204.

OECD. (2023). OECD Recommendation of the Council on Public Procurement. OECD Publishing.

Open Contracting Partnership (OCP). (2023). Open Contracting Global Report 2023: From Transparency to Impact. OCP.

Prabowo, H. Y. (2023). Forensic accounting techniques for detecting fraud in public procurement. Journal of Financial Crime, 30(3), 789-805.

Prier, E., & et al. (2023). Public procurement reforms and their impact on competition: Evidence from US local governments. Journal of Policy Analysis and Management, 42(4), 1021-1045.

Rahayu, S., & et al. (2023). The effectiveness of audit in preventing fraud in government procurement. Journal of Accounting and Investment, 24(2), 310-325.

Rosdiana, H., & dkk. (2023). Analisis Risiko Korupsi dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Indonesia. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 9(1), 55-72.

Setiawan, M. A., & dkk. (2023). Social Audit as a Mechanism for Public Oversight in Government Procurement Projects. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(1), 130-145.

Thai, K. V. (Ed.). (2023). International Handbook of Public Procurement (2nd ed.). Routledge.

Transparency International Indonesia. (2023). Kajian Transparansi Pengadaan di Sektor Infrastruktur. TII.

Wibowo, A. (2023). Hukum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Teori dan Praktik. Sinar Grafika.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.