RESILIENSI KOMUNITAS DI TENGAH BENCANA: PERAN PSIKOLOGI SOSIAL DALAM PEMULIHAN PASCA-TRAUMA
Abstract
Bencana alam maupun non-alam seringkali meninggalkan dampak psikologis yang mendalam pada individu dan komunitas, menuntut adanya kapasitas adaptasi dan pemulihan yang kuat. Konsep resiliensi komunitas menjadi krusial dalam upaya mitigasi dan penanganan pasca-bencana, namun pemahaman mendalam tentang faktor-faktor psikososial yang memengaruhinya masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran psikologi sosial dalam membangun dan mempertahankan resiliensi komunitas di wilayah yang rentan bencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus komparatif pada dua komunitas yang pernah mengalami bencana serupa namun menunjukkan tingkat pemulihan yang berbeda, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan penyintas, serta analisis dokumen terkait program pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kohesi sosial, kepemimpinan lokal yang efektif, partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta adanya narasi kolektif tentang harapan dan keberanian, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan resiliensi psikologis komunitas. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa intervensi psikologi sosial yang berfokus pada penguatan modal sosial, dukungan sebaya, dan fasilitasi ruang aman untuk berbagi pengalaman traumatis sangat efektif dalam mempercepat proses pemulihan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya mengintegrasikan pendekatan psikologi sosial ke dalam kebijakan penanggulangan bencana, dengan menekankan pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pengembangan program berbasis komunitas yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan komunitas yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara psikologis dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













