FENOMENA FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS: ANALISIS DAN INTERVENSI

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO, yang dicirikan oleh kecemasan bahwa orang lain mungkin mengalami pengalaman yang memuaskan yang tidak kita alami, telah menjadi semakin umum di era media sosial dan konektivitas digital. FOMO sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang kompulsif, penurunan suasana hati, dan kualitas tidur yang buruk, sehingga berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang mendasari FOMO dan menguji efektivitas intervensi berbasis kesadaran diri untuk menguranginya. Metode penelitian melibatkan survei daring yang mengukur tingkat FOMO, penggunaan media sosial, dan indikator kesejahteraan psikologis pada populasi dewasa muda, diikuti dengan studi intervensi singkat yang melibatkan kelompok eksperimen yang menerima panduan latihan kesadaran diri dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat FOMO berkorelasi positif dengan kecemasan dan depresi, serta penggunaan media sosial yang lebih tinggi. Intervensi kesadaran diri ditemukan secara signifikan mengurangi tingkat FOMO dan meningkatkan kesejahteraan subjektif pada kelompok eksperimen. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kesadaran diri membantu individu untuk lebih hadir di momen kini dan mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain secara daring. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya mengembangkan program literasi digital yang menekankan pada penggunaan media sosial yang sehat dan mempromosikan praktik kesadaran diri untuk mengurangi dampak negatif FOMO. Pendekatan ini menawarkan strategi yang dapat diterapkan untuk membantu individu mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam interaksi digital mereka.

 

Keywords

FOMO, Kesejahteraan Psikologis, Media Sosial, Kesadaran Diri, Kecemasan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.