DAMPAK POLUSI SUARA TERHADAP KUALITAS HIDUP DAN KESEHATAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT URBAN

Autor(s): A Wathon

Abstract

Masyarakat urban seringkali terpapar pada tingkat polusi suara yang tinggi dari lalu lintas, konstruksi, dan aktivitas industri, namun dampak kumulatifnya terhadap kualitas hidup dan kesehatan psikologis seringkali terabaikan. Paparan suara bising yang kronis dapat memicu stres, gangguan tidur, dan bahkan masalah kardiovaskular, yang semuanya memiliki komponen psikologis yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak polusi suara terhadap kualitas hidup dan kesehatan psikologis masyarakat yang tinggal di lingkungan urban padat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei kuesioner yang mengukur persepsi kebisingan, tingkat stres, kualitas tidur, dan indikator kesejahteraan subjektif pada populasi yang tinggal di area dengan tingkat kebisingan berbeda. Data juga dilengkapi dengan pengukuran tingkat kebisingan objektif di lokasi studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi suara yang tinggi berkorelasi positif dengan peningkatan tingkat stres, gangguan tidur, dan penurunan kepuasan hidup secara keseluruhan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kebisingan yang tidak terkontrol dapat mengganggu fungsi kognitif, memicu respons fight-or-flight, dan mengurangi kapasitas individu untuk relaksasi. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya bagi pemerintah kota dan perencana urban untuk mempertimbangkan aspek psikologis polusi suara dalam kebijakan tata kota dan regulasi lingkungan. Strategi mitigasi seperti zonasi kebisingan, penggunaan material peredam suara, dan promosi ruang hijau dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental penduduk urban. Pendekatan ini akan menciptakan kota yang lebih sehat dan layak huni secara psikologis.

 

Keywords

Polusi Suara, Kualitas Hidup, Kesehatan Psikologis, Masyarakat Urban, Stres Lingkungan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.