SISTEM KESEHATAN BERJENJANG DAN AKSESIBILITAS BAGI KELOMPOK MARGINAL: ANALISIS STRUKTURAL SOSIOLOGIS
Abstract
Sistem kesehatan berjenjang, yang mengatur alur pelayanan dari fasilitas dasar hingga rujukan, bertujuan untuk efisiensi, namun seringkali menciptakan hambatan aksesibilitas bagi kelompok marginal. Ketimpangan sosial ekonomi dapat memperparah masalah ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana sistem kesehatan berjenjang memengaruhi aksesibilitas layanan bagi kelompok marginal, seperti masyarakat miskin, penyandang disabilitas, atau penduduk di daerah terpencil, dari perspektif sosiologi struktural. Metode yang digunakan adalah analisis kebijakan kesehatan, data statistik akses layanan, dan studi kasus kualitatif di beberapa komunitas marginal, melibatkan wawancara dengan pasien, petugas kesehatan, dan pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan akses meliputi biaya transportasi, kurangnya informasi, diskriminasi, serta prosedur rujukan yang kompleks. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa struktur sistem yang kaku tanpa mempertimbangkan realitas sosial ekonomi kelompok marginal memperparah ketimpangan kesehatan. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya reformasi sistem kesehatan yang lebih inklusif, seperti penguatan fasilitas kesehatan dasar, penyediaan transportasi gratis, program penjangkauan aktif, dan pelatihan sensitivitas bagi petugas kesehatan, guna memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari status sosial ekonominya, memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, sesuai dengan prinsip keadilan sosial dalam pembangunan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













