ARSITEKTUR RUANG KOTA DAN REPRODUKSI KETIMPANGAN SPASIAL: PERSPEKTIF SOSIOLOGI PERKOTAAN

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Arsitektur dan perencanaan ruang kota seringkali dianggap netral, namun secara implisit dapat mereproduksi dan memperparah ketimpangan spasial, memisahkan kelompok sosial berdasarkan status ekonomi atau etnis. Pola pembangunan perkotaan yang tidak merata menciptakan segregasi yang kasat mata. Penelitian ini menganalisis bagaimana arsitektur dan perencanaan ruang kota berkontribusi pada reproduksi ketimpangan spasial, dari perspektif sosiologi perkotaan. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif di beberapa kota yang menunjukkan pola segregasi spasial yang jelas, melibatkan analisis peta kota, observasi partisipatif, dan wawancara dengan penduduk dari berbagai wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain tata ruang, zonasi, dan alokasi infrastruktur seringkali menguntungkan kelompok dominan, sementara meminggirkan kelompok rentan ke area dengan fasilitas terbatas dan lingkungan yang buruk. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pembangunan perumahan mewah, pusat perbelanjaan eksklusif, dan infrastruktur transportasi yang hanya melayani area tertentu memperkuat segregasi. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perencanaan kota yang lebih inklusif dan berorientasi keadilan sosial, seperti pengembangan perumahan terjangkau di lokasi strategis, penyediaan ruang publik yang merata, dan sistem transportasi yang dapat diakses oleh semua, guna mengurangi ketimpangan spasial dan menciptakan kota yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

 

Keywords

Arsitektur Kota, Ketimpangan Spasial, Sosiologi Perkotaan, Segregasi, Perencanaan Kota

Refbacks

  • There are currently no refbacks.