PERGESERAN POLA KONSUMSI DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS KELAS MENENGAH BARU DI ASIA TENGGARA
Abstract
Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia Tenggara telah melahirkan kelas menengah baru dengan daya beli yang meningkat, namun pola konsumsi mereka dan bagaimana hal itu membentuk identitas sosial masih perlu dieksplorasi. Pergeseran dari konsumsi fungsional ke konsumsi simbolis menjadi fenomena menarik. Penelitian ini menganalisis pergeseran pola konsumsi dan pembentukan identitas kelas menengah baru di beberapa negara Asia Tenggara. Metode yang digunakan adalah survei terhadap rumah tangga kelas menengah, wawancara mendalam, dan analisis konten terhadap iklan dan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tidak lagi hanya tentang pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan menjadi alat utama untuk menampilkan status sosial, gaya hidup, dan aspirasi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa identitas kelas menengah baru seringkali dibentuk melalui konsumsi barang dan jasa global, partisipasi dalam budaya populer internasional, dan penekanan pada pengalaman daripada kepemilikan. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa pola konsumsi ini memiliki dampak signifikan terhadap budaya lokal, lingkungan, dan ketimpangan, karena aspirasi konsumsi yang tinggi dapat menciptakan tekanan sosial. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang dinamika ini penting untuk merumuskan kebijakan yang dapat mendorong konsumsi yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab, sekaligus mengakui kompleksitas pembentukan identitas di tengah modernisasi.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













