EMOSI KOLEKTIF DAN MOBILISASI POLITIK DI ERA DISINFORMASI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI EMOSI
Abstract
Emosi kolektif telah lama diakui sebagai pendorong penting mobilisasi politik, namun di era disinformasi, di mana narasi emosional seringkali dimanipulasi, dinamika ini menjadi lebih kompleks dan berpotensi berbahaya. Kebangkitan populisme dan polarisasi politik menuntut pemahaman mendalam. Penelitian ini menganalisis peran emosi kolektif dalam mobilisasi politik di era disinformasi, dari perspektif sosiologi emosi. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap kampanye politik dan konten media sosial yang mengandung unsur emosional, studi kasus gerakan sosial yang berhasil dimobilisasi melalui emosi, dan wawancara dengan aktivis politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disinformasi seringkali dirancang untuk memicu emosi dasar seperti ketakutan, kemarahan, atau kebencian, yang kemudian menyebar cepat dan memicu solidaritas emosional di antara kelompok tertentu. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa emosi kolektif ini dapat mengesampingkan rasionalitas dan mendorong tindakan politik yang ekstrem atau polarisasi yang mendalam. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya literasi media yang kritis, pendidikan kewarganegaraan yang kuat, dan upaya untuk membangun ruang publik yang sehat di mana dialog rasional lebih diutamakan daripada manipulasi emosional, guna menjaga integritas proses politik dan mencegah fragmentasi sosial yang lebih luas.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













