POLITIK IDENTITAS DAN FRAGMENTASI SOSIAL DI LANSKAP DEMOKRASI KONTEMPORER
Abstract
Politik identitas, yang menekankan kepentingan dan pengalaman kelompok-kelompok tertentu, telah menjadi kekuatan dominan dalam lanskap demokrasi kontemporer. Meskipun dapat menjadi alat pemberdayaan, ia juga berpotensi memicu fragmentasi sosial dan polarisasi yang mengancam kohesi masyarakat. Penelitian ini menganalisis dinamika politik identitas dan dampaknya terhadap fragmentasi sosial di lanskap demokrasi kontemporer. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap retorika politik dan media massa, studi kasus gerakan politik berbasis identitas, dan survei opini publik mengenai isu-isu identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan berlebihan pada identitas kelompok, baik etnis, agama, gender, maupun orientasi politik, dapat memperkuat batasan antar-kelompok dan mengurangi ruang untuk dialog dan kompromi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa media sosial seringkali mempercepat fragmentasi ini dengan menciptakan gema kamar yang mengisolasi individu dalam pandangan kelompoknya. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya upaya untuk membangun kembali ruang publik yang inklusif, mempromosikan literasi media yang kritis, dan mendorong narasi yang menekankan nilai-nilai bersama dan kepentingan kolektif, guna mengatasi fragmentasi sosial dan memperkuat fondasi demokrasi yang sehat di tengah keberagaman identitas.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













