RELASI AGAMA DAN NEGARA DALAM KONTEKS SEKULARISASI YANG BERUBAH DI MASYARAKAT MULTIRELIGIUS

Autor(s): Sentot Heru Subiyakto

Abstract

Relasi antara agama dan negara adalah isu fundamental dalam sosiologi politik, namun konteks sekularisasi yang berubah di masyarakat multireligius menimbulkan dinamika baru. Sekularisasi tidak selalu berarti hilangnya agama dari ruang publik, melainkan rekonfigurasi perannya. Penelitian ini menganalisis relasi agama dan negara dalam konteks sekularisasi yang berubah di masyarakat multireligius. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif terhadap beberapa negara multireligius dengan model relasi agama-negara yang berbeda, melibatkan analisis kebijakan publik terkait agama, data survei tentang praktik keagamaan, dan wawancara dengan pemimpin agama serta pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekularisasi seringkali tidak menghilangkan agama, melainkan mendorongnya untuk mencari peran baru di ruang publik, kadang-kadang melalui aktivisme politik atau penyediaan layanan sosial. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa negara menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kebebasan beragama dengan kebutuhan untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah diskriminasi. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan yang fleksibel dan adaptif dalam mengelola relasi agama-negara, yang menghargai keberagaman agama sambil menjaga prinsip-prinsip inklusivitas dan non-diskriminasi. Pemahaman ini penting untuk membangun masyarakat multireligius yang harmonis dan stabil di era modern.

 

Keywords

Relasi Agama Negara, Sekularisasi, Masyarakat Multireligius, Kebebasan Beragama, Kohesi Sosial

Refbacks

  • There are currently no refbacks.