TANTANGAN INTEGRASI SOSIAL PENGUNGSI DI NEGARA PENERIMA: PERSPEKTIF MULTIKULTURALISME
Abstract
Gelombang pengungsi global telah menghadirkan tantangan signifikan bagi negara-negara penerima, terutama dalam hal integrasi sosial. Meskipun multikulturalisme menawarkan kerangka kerja untuk mengakomodasi keberagaman, implementasinya dalam konteks pengungsi seringkali kompleks dan diwarnai oleh hambatan. Penelitian ini menganalisis tantangan integrasi sosial pengungsi di negara penerima dari perspektif multikulturalisme. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif di beberapa negara penerima pengungsi dengan kebijakan multikultural yang berbeda, melibatkan wawancara dengan pengungsi, pekerja sosial, dan pembuat kebijakan, serta analisis kebijakan integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi hambatan bahasa, diskriminasi, kurangnya akses terhadap pekerjaan dan perumahan, serta trauma psikologis. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun multikulturalisme mendorong pengakuan budaya, seringkali ada kesenjangan antara retorika kebijakan dan realitas pengalaman pengungsi. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan integrasi yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada adaptasi budaya, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, dukungan psikososial, dan upaya aktif untuk memerangi xenofobia. Pemahaman ini penting untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi pengungsi, serta memaksimalkan kontribusi mereka terhadap masyarakat penerima.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













