ETIKA KOMUNIKASI DAKWAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADIS: RELEVANSINYA DI ERA MODERN

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penegasan etika dalam komunikasi dakwah di era modern yang diwarnai oleh berbagai tantangan seperti ujaran kebencian dan polarisasi. Tujuan penelitian ini adalah menggali dan menganalisis prinsip-prinsip etika komunikasi dakwah berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis, serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks komunikasi kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis Hadis, mengkaji ayat-ayat dan riwayat yang berkaitan dengan adab berbicara, berinteraksi, dan menyampaikan pesan. Data dianalisis secara kualitatif untuk merumuskan kerangka etika komunikasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan Hadis menekankan prinsip-prinsip seperti perkataan yang baik, lemah lembut, tidak mencela, berbicara dengan ilmu, jujur, serta menghargai perbedaan pendapat. Etika ini juga mencakup larangan ghibah, fitnah, dan namimah. Pembahasan menggarisbawahi bahwa prinsip-prinsip etika ini sangat relevan untuk mengatasi masalah komunikasi di era modern, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian di media sosial, dan konflik antar kelompok. Penerapan etika komunikasi Islam dapat menciptakan dialog yang konstruktif, membangun kepercayaan, dan mempromosikan perdamaian sosial. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya internalisasi etika komunikasi Islam bagi setiap individu, terutama para da'i dan pengguna media sosial, agar komunikasi keagamaan tidak hanya efektif tetapi juga bermartabat dan membawa kemaslahatan.

 

Keywords

Etika Komunikasi, Dakwah, Al-Qur'an, Hadis, Era Modern

Refbacks

  • There are currently no refbacks.