ETIKA PEMBERITAAN MEDIA ISLAM DALAM ISU-ISU SENSITIF KEAGAMAAN: STUDI KASUS KONFLIK SOSIAL
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sensitivitas isu-isu keagamaan yang seringkali memicu konflik sosial, menuntut media Islam untuk menerapkan etika pemberitaan yang ketat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana media Islam menerapkan etika pemberitaan dalam meliput isu-isu sensitif keagamaan, khususnya dalam konteks konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis isi terhadap pemberitaan beberapa media Islam daring mengenai konflik sosial yang melibatkan isu agama. Data dikumpulkan dari artikel berita, editorial, dan opini yang diterbitkan, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa, framing, dan keberimbangan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Islam yang berpegang pada etika jurnalistik berusaha menghindari provokasi, tidak menyebarkan kebencian, dan memberikan ruang bagi berbagai perspektif. Mereka menekankan pentingnya verifikasi fakta, objektivitas, dan penyelesaian konflik secara damai. Namun, ditemukan juga tantangan dalam menjaga netralitas dan menghindari bias, terutama ketika isu tersebut sangat emosional. Pembahasan menggarisbawahi bahwa etika pemberitaan dalam isu sensitif keagamaan menuntut tanggung jawab moral yang tinggi dari media Islam untuk tidak memperkeruh suasana, melainkan menjadi agen perdamaian dan pemersatu. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pedoman etika yang lebih jelas dan pelatihan berkelanjutan bagi jurnalis media Islam, agar mereka dapat berkontribusi pada resolusi konflik dan membangun harmoni sosial melalui pemberitaan yang bertanggung jawab dan berimbang.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













