LITERASI MEDIA DIGITAL BAGI KOMUNITAS MUSLIM: MENANGKAL HOAKS DAN DISINFORMASI KEAGAMAAN

Autor(s): Jumadi Jumadi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi keagamaan di media digital yang berpotensi merusak kohesi sosial dan pemahaman agama yang benar di kalangan komunitas Muslim. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi urgensi dan strategi peningkatan literasi media digital bagi komunitas Muslim sebagai upaya menangkal hoaks dan disinformasi keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada program-program literasi digital yang telah diinisiasi oleh lembaga keagamaan atau komunitas Muslim. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan penyelenggara program dan peserta, serta analisis materi pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi media digital yang efektif melibatkan edukasi tentang cara memverifikasi informasi, mengenali pola hoaks, memahami bias media, dan mengembangkan pemikiran kritis terhadap konten keagamaan. Peserta program menunjukkan peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam mengidentifikasi informasi palsu. Pembahasan menggarisbawahi bahwa literasi media digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk mengevaluasi informasi dari perspektif etika dan keagamaan. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan komunitas untuk secara masif menyelenggarakan program literasi media digital yang relevan dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat Muslim, sehingga mereka dapat menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab, menjaga kemurnian ajaran agama dari distorsi.

 

Keywords

Literasi Media Digital, Komunitas Muslim, Hoaks, Disinformasi Keagamaan, Literasi Informasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.