PERAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM MEMBANGUN HARMONI SOSIAL DI KOMUNITAS MUSLIM DIASPORA

Autor(s): Sentot Heru Subiyakto

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi komunitas Muslim diaspora dalam menjaga identitas keagamaan sekaligus berintegrasi dengan masyarakat mayoritas yang berbeda budaya, menjadikan komunikasi lintas budaya sangat krusial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran komunikasi lintas budaya dalam membangun harmoni sosial di komunitas Muslim diaspora. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa komunitas Muslim diaspora di negara-negara Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan anggota komunitas, pemimpin agama, dan perwakilan organisasi lokal, serta observasi partisipatif dalam kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lintas budaya yang efektif melibatkan kemampuan anggota komunitas untuk memahami norma dan nilai budaya setempat, mengadaptasi gaya komunikasi, serta aktif berpartisipasi dalam dialog antarbudaya. Inisiatif seperti program pertukaran budaya, festival makanan, dan diskusi terbuka berhasil mengurangi stereotip dan membangun jembatan pemahaman. Pembahasan menggarisbawahi bahwa komunikasi dua arah, di mana komunitas diaspora juga menjelaskan nilai-nilai dan praktik Islam kepada masyarakat mayoritas, sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dukungan bagi komunitas Muslim diaspora untuk mengembangkan kompetensi komunikasi lintas budaya, baik melalui pendidikan maupun program-program komunitas. Hal ini akan memungkinkan mereka tidak hanya berintegrasi dengan baik tetapi juga berkontribusi positif pada harmoni sosial di negara tempat mereka tinggal, menjadi duta Islam yang membawa pesan perdamaian.

 

Keywords

Komunikasi Lintas Budaya, Harmoni Sosial, Muslim Diaspora, Integrasi Sosial, Komunitas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.