TANTANGAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PERNIKAHAN CAMPURAN BEDA AGAMA: PERSPEKTIF ISLAM

Autor(s): Muh Faisal Hidayatulloh

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas komunikasi antarbudaya yang muncul dalam pernikahan campuran beda agama, terutama ketika salah satu pihak adalah Muslim, menimbulkan tantangan unik yang perlu dipahami dari perspektif Islam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tantangan komunikasi antarbudaya yang dihadapi pasangan dalam pernikahan campuran beda agama, dengan fokus pada dinamika komunikasi dan penyelesaian konflik dari perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dengan pasangan Muslim yang menjalani pernikahan campuran beda agama. Data dikumpulkan untuk memahami pengalaman mereka dalam berkomunikasi mengenai perbedaan keyakinan, praktik keagamaan, dan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan komunikasi meliputi perbedaan interpretasi nilai moral, cara mendidik anak, perayaan hari besar keagamaan, dan tekanan dari keluarga atau masyarakat. Komunikasi yang terbuka, empati, dan saling menghormati menjadi kunci untuk mengatasi perbedaan. Pembahasan menggarisbawahi bahwa meskipun Islam memiliki pandangan tertentu tentang pernikahan beda agama, dalam praktik komunikasi antarbudaya, prinsip-prinsip seperti hikmah, mau'izhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan sangat relevan untuk menjaga keharmonisan. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya konseling pra-nikah yang komprehensif, dukungan komunitas, dan pengembangan keterampilan komunikasi antarbudaya bagi pasangan yang memilih jalan ini, agar mereka dapat membangun rumah tangga yang harmonis meskipun dihadapkan pada perbedaan fundamental.

 

Keywords

Komunikasi Antarbudaya, Pernikahan Campuran, Beda Agama, Perspektif Islam, Tantangan Komunikasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.