KOMUNIKASI NON-VERBAL DALAM KONTEKS ANTARBUDAYA ISLAM: STUDI KASUS DI NEGARA MINORITAS MUSLIM

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi non-verbal dalam interaksi antarbudaya, yang seringkali memiliki makna berbeda di berbagai konteks, termasuk di negara minoritas Muslim di mana pemahaman isyarat non-verbal dapat memengaruhi integrasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran dan interpretasi komunikasi non-verbal dalam konteks antarbudaya Islam, dengan studi kasus pada komunitas Muslim di negara minoritas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi dan observasi partisipatif di komunitas Muslim di negara non-Muslim. Pengumpulan data melibatkan observasi interaksi sehari-hari, wawancara dengan anggota komunitas dan masyarakat lokal, serta analisis perbedaan makna gestur, ekspresi wajah, dan jarak interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dalam penggunaan dan interpretasi komunikasi non-verbal seringkali menjadi sumber kesalahpahaman. Misalnya, kontak mata yang intens mungkin dianggap sopan di satu budaya tetapi agresif di budaya lain. Muslim di negara minoritas seringkali harus beradaptasi dengan norma non-verbal mayoritas untuk menghindari konflik. Pembahasan menggarisbawahi bahwa kesadaran akan perbedaan komunikasi non-verbal sangat penting untuk membangun hubungan yang harmonis dan mengurangi prasangka. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya program pendidikan dan pelatihan komunikasi lintas budaya yang mencakup aspek non-verbal bagi komunitas Muslim diaspora dan masyarakat mayoritas, sehingga interaksi dapat berlangsung lebih lancar dan saling menghargai, mempromosikan koeksistensi damai.

 

Keywords

Komunikasi Non-Verbal, Antarbudaya Islam, Negara Minoritas Muslim, Adaptasi Budaya, Interaksi Sosial

Refbacks

  • There are currently no refbacks.