KOMUNIKASI KRISIS ORGANISASI KEAGAMAAN: STUDI KASUS PENANGANAN ISU SENSITIF
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi krisis yang dapat menimpa organisasi keagamaan akibat isu sensitif, menuntut strategi komunikasi krisis yang efektif untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi krisis yang diterapkan oleh organisasi keagamaan dalam menangani isu-isu sensitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada organisasi keagamaan yang pernah menghadapi krisis akibat isu sensitif, seperti isu internal, isu sosial-politik, atau isu moral. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan juru bicara, manajemen, dan anggota organisasi, serta analisis terhadap pernyataan pers, rilis media, dan respons di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi krisis yang efektif melibatkan kecepatan respons, transparansi informasi, empati terhadap korban atau pihak terdampak, serta konsistensi pesan. Organisasi yang berhasil mengatasi krisis cenderung memiliki tim komunikasi krisis yang terlatih dan rencana kontingensi yang jelas. Pembahasan menggarisbawahi bahwa penanganan isu sensitif memerlukan kehati-hatian ekstra, karena melibatkan emosi publik dan seringkali berkaitan dengan nilai-nilai fundamental. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya bagi organisasi keagamaan untuk memiliki protokol komunikasi krisis yang komprehensif, melatih personel kunci dalam manajemen krisis, dan membangun hubungan baik dengan media dan pemangku kepentingan. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk merespons krisis secara profesional, menjaga reputasi, dan terus menjalankan misi keagamaan mereka dengan integritas.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













