BEBAN PENYAKIT ZOONOSIS PRIORITAS DI WILAYAH PEDESAAN: STUDI KASUS DI KALIMANTAN.

Autor(s): Sentot Heru Subiyakto

Abstract

Penyakit zoonosis, yang ditularkan antara hewan dan manusia, merupakan ancaman kesehatan global, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki interaksi erat antara manusia, hewan domestik, dan satwa liar. Kalimantan, dengan keanekaragaman hayati dan perubahan penggunaan lahan yang pesat, menjadi hot-spot potensial untuk munculnya zoonosis. Latar belakang ini menekankan pentingnya memahami beban penyakit zoonosis prioritas untuk perumusan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur beban penyakit zoonosis prioritas (misalnya, rabies, leptospirosis, antraks, brucellosis) di beberapa komunitas pedesaan di Kalimantan. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang dengan pengumpulan data primer melalui survei rumah tangga, wawancara mendalam dengan petugas kesehatan setempat, dan tinjauan rekam medis puskesmas selama periode 12 bulan. Sampel dipilih secara acak dari desa-desa dengan kontak tinggi antara manusia dan hewan. Analisis meliputi perhitungan prevalensi, insiden, dan DALYs (Disability-Adjusted Life Years) untuk setiap penyakit zoonosis, serta identifikasi faktor risiko terkait. Hasil awal menunjukkan prevalensi leptospirosis yang signifikan di daerah pertanian dan rabies yang masih menjadi masalah di beberapa wilayah, dengan beban ekonomi dan sosial yang substansial. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban penyakit ini, seperti praktik peternakan tradisional, sanitasi yang buruk, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Implikasi dari studi ini adalah rekomendasi untuk penguatan surveilans One Health, program vaksinasi hewan, edukasi kesehatan masyarakat, dan peningkatan akses terhadap layanan diagnostik dan pengobatan di wilayah pedesaan Kalimantan, guna mengurangi risiko penularan dan dampak zoonosis.

 

Keywords

Zoonosis, Beban Penyakit, Pedesaan, Kalimantan, One Health.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.