PERAN SURVEILANS GENOMIK DALAM DETEKSI DINI VARIAN PATOGEN BARU DI TINGKAT GLOBAL.
Abstract
Kemunculan varian patogen baru, seperti yang terlihat selama pandemi COVID-19, menyoroti urgensi sistem deteksi dini yang canggih untuk mencegah penyebaran global dan memitigasi dampaknya. Surveilans genomik, yang melibatkan sekuensing genetik patogen, telah terbukti menjadi alat yang sangat berharga dalam mengidentifikasi mutasi, melacak jalur transmisi, dan memprediksi potensi virulensi atau resistensi. Latar belakang ini mendorong eksplorasi lebih lanjut peran surveilans genomik dalam kerangka keamanan kesehatan global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan tantangan implementasi surveilans genomik sebagai mekanisme deteksi dini varian patogen baru di tingkat global, dengan fokus pada kasus studi dari pandemi terkini. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis literatur ilmiah dan laporan organisasi kesehatan internasional (WHO, CDC) yang diterbitkan antara 2020-2024, serta analisis data dari platform berbagi genomik global (misalnya, GISAID, Nextstrain). Kriteria inklusi mencakup studi yang membahas aplikasi surveilans genomik untuk identifikasi varian, pelacakan epidemiologi, dan respons kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa surveilans genomik secara signifikan mempercepat identifikasi varian baru, memungkinkan respons kesehatan masyarakat yang lebih cepat, dan memandu pengembangan vaksin/terapi. Namun, tantangan seperti kesenjangan kapasitas sekuensing antar negara, berbagi data yang tidak merata, dan kebutuhan akan infrastruktur bioinformatika yang kuat masih menjadi hambatan. Pembahasan akan menguraikan model kolaborasi internasional yang efektif dan rekomendasi untuk penguatan kapasitas genomik di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Implikasi dari penelitian ini adalah penekanan pada investasi berkelanjutan dalam surveilans genomik sebagai pilar utama kesiapsiagaan pandemi global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













