STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DIGITAL UNTUK PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN REMAJA DI ERA POST-TRUTH.
Abstract
Di era digital dan post-truth, remaja terpapar informasi kesehatan yang melimpah, seringkali tidak akurat atau menyesatkan, yang dapat berdampak negatif pada perilaku kesehatan mereka. Peningkatan literasi kesehatan digital menjadi krusial untuk membekali remaja dengan kemampuan mengevaluasi informasi dan membuat keputusan kesehatan yang tepat. Latar belakang ini menyoroti kebutuhan akan strategi promosi kesehatan digital yang inovatif dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi strategi promosi kesehatan digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja di Indonesia, dengan fokus pada kemampuan membedakan informasi yang benar dari hoaks. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang melibatkan tiga fase: (1) analisis kebutuhan dan perancangan prototipe platform/konten digital (misalnya, aplikasi mobile, kampanye media sosial interaktif); (2) implementasi dan uji coba terbatas pada kelompok remaja; dan (3) evaluasi efektivitas menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok intervensi dan kontrol. Pengukuran literasi kesehatan akan menggunakan kuesioner terstandar sebelum dan sesudah intervensi. Hasil awal dari uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan remaja mengidentifikasi informasi kesehatan yang kredibel dan penurunan kepercayaan terhadap hoaks setelah terpapar strategi digital yang dirancang. Pembahasan akan menguraikan elemen-elemen kunci dari strategi yang efektif, seperti penggunaan bahasa yang relevan, visual yang menarik, dan interaksi dua arah. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan model promosi kesehatan digital yang dapat direplikasi dan diskalakan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja secara nasional, membekali mereka menghadapi tantangan informasi di era digital.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













