KEBIJAKAN FISKAL UNTUK KESEHATAN: STUDI KASUS PAJAK GULA DAN MINUMAN MANIS.
Abstract
Konsumsi gula berlebihan dan minuman manis bergula (MMG) telah diidentifikasi sebagai pendorong utama epidemi obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit tidak menular lainnya. Kebijakan fiskal, seperti pajak atau cukai pada MMG, telah diusulkan dan diimplementasikan di banyak negara sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi dan menghasilkan pendapatan yang dapat dialokasikan untuk program kesehatan. Latar belakang ini menyoroti pentingnya mengevaluasi dampak kebijakan fiskal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan pajak gula dan minuman manis terhadap pola konsumsi, harga, dan indikator kesehatan terkait di negara-negara yang telah mengimplementasikannya, dengan fokus pada pembelajaran bagi Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dan meta-analisis studi yang diterbitkan tentang pajak MMG, serta analisis data sekunder terkait penjualan dan harga MMG. Data dari negara-negara dengan kebijakan serupa (misalnya, Meksiko, Inggris, Thailand) akan dibandingkan. Analisis akan fokus pada perubahan volume penjualan MMG, perubahan perilaku pembelian konsumen, dan potensi dampak pada prevalensi obesitas/diabetes. Hasil menunjukkan bahwa pajak MMG secara konsisten berkorelasi dengan penurunan konsumsi MMG dan peningkatan konsumsi minuman tanpa gula, terutama di kalangan kelompok berpenghasilan rendah. Pembahasan akan menguraikan mekanisme di mana pajak ini bekerja, tantangan implementasinya (misalnya, penolakan industri), dan potensi dampak kesehatan jangka panjang. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan bukti kuat untuk mempertimbangkan implementasi pajak serupa di Indonesia sebagai bagian dari strategi komprehensif pencegahan PTM, dengan mempertimbangkan desain pajak yang adil dan alokasi pendapatan yang transparan untuk kesehatan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













