TATA KELOLA KESEHATAN GLOBAL DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KESEHATAN LINTAS BATAS.

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Ancaman kesehatan lintas batas, seperti pandemi, resistensi antimikroba, dan dampak perubahan iklim, memerlukan respons global yang terkoordinasi dan tata kelola yang efektif. Fragmentasi kelembagaan, kesenjangan kapasitas antar negara, dan kurangnya konsensus politik seringkali menghambat respons yang cepat dan adil. Latar belakang ini menyoroti urgensi untuk memahami dan memperkuat tata kelola kesehatan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kerangka tata kelola kesehatan global yang ada (misalnya, WHO, IHR 2005) dalam menghadapi ancaman kesehatan lintas batas, dengan fokus pada tantangan dan peluang untuk reformasi. Metode yang digunakan adalah analisis dokumen kebijakan internasional, laporan organisasi multilateral, dan wawancara mendalam dengan diplomat, pakar kesehatan global, dan perwakilan LSM. Fokus analisis adalah pada mekanisme pengambilan keputusan, pembiayaan, berbagi informasi, dan kapasitas respons kolektif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam kerangka hukum internasional, implementasi dan kepatuhan seringkali terhambat oleh kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kesenjangan dalam pendanaan dan berbagi teknologi juga menjadi masalah krusial. Pembahasan akan menguraikan model tata kelola yang lebih adaptif dan inklusif, termasuk peran aktor non-negara dan pendekatan multi-stakeholder. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk penguatan WHO sebagai otoritas sentral, reformasi IHR untuk meningkatkan akuntabilitas, dan pembentukan mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan untuk kesiapsiagaan dan respons global, guna membangun arsitektur kesehatan global yang lebih tangguh dan adil.

 

Keywords

Tata Kelola Kesehatan Global, Ancaman Lintas Batas, Pandemi, Reformasi, WHO.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.