INTERVENSI BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK PENANGGULANGAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN.

Autor(s): Muh Faisal Hidayatulloh

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang sangat memprihatinkan, terutama di wilayah kepulauan Indonesia yang seringkali menghadapi tantangan geografis, keterbatasan akses pangan bergizi, dan keragaman budaya pangan. Ketergantungan pada pangan dari luar pulau seringkali mahal dan tidak berkelanjutan. Pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi menawarkan solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk penanggulangan stunting. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas model intervensi berbasis pangan lokal untuk penanggulangan stunting pada anak balita di wilayah kepulauan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif (Participatory Action Research) di beberapa desa kepulauan. Intervensi melibatkan edukasi gizi yang menekankan pemanfaatan pangan lokal (misalnya, ikan, rumput laut, umbi-umbian lokal), pengembangan kebun gizi keluarga, dan pengolahan pangan lokal menjadi produk bergizi untuk balita. Program dilaksanakan selama 12 bulan. Pengukuran meliputi pengetahuan gizi ibu, praktik pemberian makan, dan status gizi anak (tinggi badan menurut usia) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam diversifikasi asupan pangan dan perbaikan status gizi pada anak-anak di kelompok intervensi. Pembahasan akan menguraikan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi yang terjangkau dan berkelanjutan, serta tantangan dalam mengubah perilaku makan. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan model intervensi yang dapat direplikasi dan diskalakan di wilayah kepulauan lain, memanfaatkan potensi sumber daya alam dan kearifan lokal untuk mengatasi stunting secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Keywords

Stunting, Pangan Lokal, Wilayah Kepulauan, Intervensi Gizi, Keberlanjutan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.