ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN HUBUNGANNYA DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA.
Abstract
Ketahanan pangan rumah tangga, yang mencakup akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, merupakan prasyarat fundamental untuk status gizi yang optimal, terutama pada kelompok rentan seperti anak balita. Fluktuasi harga pangan, perubahan iklim, dan guncangan ekonomi dapat mengancam ketahanan pangan dan berdampak langsung pada gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga dan hubungannya dengan status gizi anak balita (usia 0-59 bulan) di daerah pedesaan dan perkotaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang dengan pengumpulan data primer melalui survei rumah tangga. Ketahanan pangan diukur menggunakan Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) dan indikator lain seperti pengeluaran pangan dan diversifikasi diet. Status gizi anak diukur dengan indeks antropometri (berat badan menurut tinggi badan, tinggi badan menurut usia, berat badan menurut usia). Analisis statistik akan menggunakan regresi logistik atau linear untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat ketahanan pangan dan status gizi anak, disesuaikan dengan faktor sosioekonomi. Hasil awal menunjukkan bahwa rumah tangga dengan kerawanan pangan yang lebih tinggi memiliki risiko signifikan lebih besar untuk memiliki anak balita dengan gizi kurang atau stunting. Pembahasan akan menguraikan mekanisme di mana kerawanan pangan memengaruhi gizi anak, termasuk keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan praktik pemberian makan yang tidak optimal. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi kebijakan untuk memperkuat program ketahanan pangan, seperti jaring pengaman sosial dan dukungan pertanian lokal, sebagai strategi kunci dalam pencegahan masalah gizi pada anak balita.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













