PERAN MIKROFLORA USUS DALAM STATUS GIZI DAN IMUNITAS PADA ANAK KURANG GIZI.
Abstract
Anak-anak yang mengalami kurang gizi, terutama stunting dan wasting, seringkali memiliki disfungsi kekebalan tubuh yang membuat mereka rentan terhadap infeksi berulang, menciptakan siklus malnutrisi-infeksi. Mikroflora usus (mikrobiota) memainkan peran krusial dalam metabolisme nutrisi, perkembangan kekebalan, dan integritas usus. Ketidakseimbangan mikrobiota usus (disbiosis) pada anak kurang gizi diyakini berkontribusi pada patogenesis kondisi mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mikroflora usus dalam memengaruhi status gizi dan respons imunitas pada anak-anak yang mengalami kurang gizi. Metode yang digunakan adalah studi kasus-kontrol dengan pengumpulan sampel tinja dari anak-anak kurang gizi dan anak-anak bergizi baik. Analisis sekuensing gen 16S rRNA akan dilakukan untuk mengkarakterisasi komposisi dan keanekaragaman mikrobiota usus. Selain itu, parameter imunologi (misalnya, sitokin pro-inflamasi) dan penanda malabsorpsi nutrisi akan diukur. Hasil awal menunjukkan adanya disbiosis yang signifikan pada anak kurang gizi, ditandai dengan penurunan keanekaragaman mikrobiota dan dominasi spesies bakteri yang terkait dengan inflamasi usus, serta korelasi dengan penanda inflamasi sistemik. Pembahasan akan menguraikan bagaimana disbiosis ini memengaruhi penyerapan nutrisi dan respons imun, memperburuk kondisi kurang gizi. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan dasar ilmiah untuk pengembangan intervensi berbasis mikrobiota (misalnya, probiotik, prebiotik, atau transplantasi mikrobiota tinja) sebagai strategi tambahan dalam penatalaksanaan anak kurang gizi, yang berpotensi memutus siklus malnutrisi-infeksi dan meningkatkan hasil kesehatan jangka panjang.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













