PEMETAAN POLA KONSUMSI PANGAN DAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI POPULASI URBAN.
Abstract
Populasi urban di Indonesia mengalami transisi gizi yang cepat, ditandai dengan pergeseran dari pola makan tradisional ke pola makan barat yang tinggi lemak, gula, dan garam, serta rendah serat. Perubahan ini berkontribusi pada peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Memahami pola konsumsi pangan spesifik di perkotaan sangat penting untuk merumuskan intervensi gizi yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan memetakan pola konsumsi pangan dominan di populasi urban Indonesia dan menganalisis hubungannya dengan risiko PTM. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang dengan pengumpulan data primer melalui survei diet (misalnya, kuesioner frekuensi makanan semi-kuantitatif 1 tahun) dan pengukuran antropometri serta biokimia (tekanan darah, glukosa darah, profil lipid) pada sampel dewasa muda dan paruh baya di beberapa kota. Analisis cluster akan digunakan untuk mengidentifikasi pola makan yang berbeda, dan regresi logistik akan digunakan untuk menilai hubungan antara pola makan dan risiko PTM, disesuaikan dengan faktor demografi dan gaya hidup. Hasil awal menunjukkan adanya pola makan "modern" yang didominasi makanan olahan dan minuman manis yang berkorelasi kuat dengan peningkatan risiko obesitas dan dislipidemia. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor sosioekonomi dan lingkungan yang memengaruhi pilihan pangan di perkotaan. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan bukti untuk pengembangan program promosi gizi yang ditargetkan, regulasi industri pangan, dan kebijakan lingkungan yang mendukung pilihan pangan sehat di perkotaan, guna mitigasi beban PTM.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













