PENILAIAN RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAPARAN MIKROPLASTIK DALAM AIR MINUM.

Autor(s): Nur Kholiq

Abstract

Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm, telah ditemukan tersebar luas di lingkungan, termasuk dalam sumber air minum, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap potensi dampak kesehatan manusia. Meskipun penelitian tentang efek mikroplastik pada kesehatan masih berkembang, paparan kronis melalui konsumsi air minum dapat menjadi jalur penting yang perlu dievaluasi risikonya. Latar belakang ini menyoroti kebutuhan akan penilaian risiko kesehatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan melakukan penilaian risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik dalam air minum di beberapa wilayah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pengumpulan sampel air minum dari berbagai sumber (air kemasan, air keran, sumur) dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi partikel mikroplastik (ukuran, bentuk, polimer). Data konsumsi air minum populasi akan digunakan untuk memperkirakan dosis paparan harian. Penilaian risiko akan dilakukan berdasarkan pendekatan toksikologi (misalnya, NOAEL/LOAEL dari studi in vitro/in vivo) dan data epidemiologi yang tersedia, meskipun terbatas. Hasil awal menunjukkan keberadaan mikroplastik di sebagian besar sampel air minum, dengan variasi konsentrasi dan jenis polimer. Pembahasan akan menguraikan potensi jalur paparan, mekanisme toksisitas yang mungkin terjadi (misalnya, inflamasi, gangguan endokrin), dan ketidakpastian dalam penilaian risiko. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan dasar bukti untuk perumusan standar kualitas air minum yang memasukkan mikroplastik, pengembangan teknologi filtrasi yang lebih baik, dan kebijakan untuk mengurangi pencemaran plastik di sumber air, guna melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman yang muncul ini.

 

Keywords

Mikroplastik, Air Minum, Penilaian Risiko Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Polusi Plastik.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.