INKLUSI DIGITAL SEBAGAI PILAR KESEJAHTERAAN: STUDI KASUS AKSES DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI KOMUNITAS MARGINAL.
Abstract
Latar belakang masalah ini adalah bahwa meskipun teknologi digital menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan, kesenjangan akses dan pemanfaatan (inklusi digital) masih menjadi hambatan signifikan bagi komunitas marginal, memperparah ketidaksetaraan sosial-ekonomi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inklusi digital dapat menjadi pilar kesejahteraan dengan menganalisis studi kasus akses dan pemanfaatan teknologi di dua komunitas marginal di perkotaan dan pedesaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan kelompok fokus dengan anggota komunitas, pemimpin lokal, serta penyedia layanan teknologi. Data dikumpulkan mengenai hambatan akses (infrastruktur, biaya, literasi) dan manfaat yang dirasakan dari pemanfaatan teknologi (akses informasi, pendidikan, peluang ekonomi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan akses internet yang terjangkau, pelatihan literasi digital yang relevan, dan pengembangan konten lokal yang bermanfaat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan komunitas, seperti akses ke pasar yang lebih luas bagi UMKM dan informasi kesehatan. Pembahasan menggarisbawahi bahwa inklusi digital bukan hanya tentang akses fisik, tetapi juga tentang kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bermakna. Implikasi praktisnya adalah perlunya kebijakan yang berpihak pada komunitas marginal, investasi dalam infrastruktur digital yang merata, dan program pemberdayaan literasi digital yang berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih inklusif.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













